"Anakku, jika makanan telah memenuhi perutmu, maka akan matilah pikirann dan kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan malas untuk melakukan ibadah, dan hilanglah pula ketulusan dan kebersihan hati. padahal hanya dengan hati manusia bisa menikmati lezatnya berdzikir."
"Anakku, ikutlah engkau pada orang-orang yang sedang menggotong jenazah, jangan kau ikut orang-orang yang hendak pergi ke pesta pernikahan. Karena jenazah akan mengingatkan engkau pada kehidupan yang akan datang. Sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan nafsu duniamu."
"Anakku, aku sudah pernah memikul batu-batu besar, aku juga sudah mengangkat besi-besi berat. Tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya."
"Anakku, aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan benda yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan."
"Anakku, aku sudah mengalami penderitaan dan bermacam kesusahan. Tetapi aku belum pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang."
"Anakku, sepanjang hidupku aku berpegang pada delapan wasiat nabi. kalimat itu adalah :
1. Jika kau beribadah pada Allah, jagalah pikiranmu baik-baik
2. Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu
3. Jika kau berada di tengah-tengah majelis, jagalah lidahmu
4. Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu
5. Ingatlah Allah selalu
6. Ingatlahh maut yang akan menjemputmu
7. Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain
8. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu
QS. Luqman : 12 - 13
وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ
وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ
غَنِيٌّ حَمِيدٌ (١٢) وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا
بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (١٣)
12. Dan
sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, "Bersyukurlah
kepada Allah!
Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur
untuk dirinya sendiri;
dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi
Maha Terpuji.”
13. Dan
(ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya,
ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Wahai anakku! Janganlah engkau
mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar
kezaliman yang besar.”
وَلَقَدْ
آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ
فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ
حَمِيدٌ (١٢) - See more at:
http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-luqman-ayat-12-19.html#sthash.rsStN3fH.dpuf
وَلَقَدْ
آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ
فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ
حَمِيدٌ (١٢) - See more at:
http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-luqman-ayat-12-19.html#sthash.rsStN3fH.dpuf

Tidak ada komentar:
Posting Komentar